Cara Mencegah Keputihan Gatal dan Berbau Pada Wanita

Cara Mencegah Keputihan Gatal dan Berbau Pada Wanita

Apakah ada kemungkinan bahwa setiap wanita akan mengalami keputihan yang gatal dan berbau ? Sebagian besar wanita di seluruh dunia mengalami keputihan walaupun cuma sekali dalam seumur hidupnya. Bagi wanita yang mengalami keluhan keputihan dan sering mengeluarkan cairan lendir pada daerah kewanitaan, namun tidak disertai dengan gatal dan berbau, maka anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut adalah sesuatu yang wajar terjadi pada wanita.

Wanita memang wajib menjaga penampilan dan kesehatan baik di dalam tubuh maupun di luar, apalagi jika berhubungan dengan masalah kewanitaan. Selain harus sehat, organ vital wanita juga seharusnya bersih dan wangi jika ingin memanjakan sang suami, agar suami menjadi betah di rumah.

Mungkin sudah banyak beredar di dunia maya artikel tentang cara mencegah keputihan pada wanita, akan tetapi pada kesempatan kali ini kami ingin menyajikan sesuatu dari sudaut pandang yang berbeda tentang cara mencegah keputihan gatal dan berbau pada wanita. Berikut poin - poin singkatnya :

- Bersihkan bagian kewanitaan setelah buang air kecil
- Ganti pakaian terutama celana setelah berolahraga
- Hindari penggunaan celana yang ketat
- Dianjurkan pada saat tidur tidak menggunakan celana dalam untuk mengurangi infeksi
- Konsumsi air mineral yang cukup setiap hari

Baca disini untuk mengetahui cara mangatasi keputihan. 

Demikianlah yang bisa kami sajikan dalam pembahasan kali ini, semoga anda dan wanita Indonesia bisa mencegah dan terbebas dari keputihan. Amiin

3 Cara Alami Untuk Mengatasi Bau Tak sedap Pada Miss V

3 Cara Alami Untuk Mengatasi Bau Tak sedap Pada Miss V

Bau yang tak sedap pada organ intim, kerap sekali dialami oleh para kaum hawa. Penyebab dari adanya bau tersebut bisa karena adanya bakteri, infeksi jamur, perubahan hormonal dan juga pola tidak bersih. Namun anda tak usah khawatir dengan hal itu, jika organ intim anda sering mengeluarkan bau yang tak sedap, maka anda bisa melakukan dengan beberapa cara atau langkah yang jitu. Berikut cara-caranya :

1. Cuka Apel


- Cuka apel memiliki sifat sebagai antibakterial yang bisa menghilangkan bau tak sedap pada organ intim anda. Anda juga bisa mencampurkan cuka apel tersebut kedalam air yang hangat dan pakailah untuk membasuh di bagian kewanitaan anda.

2. Baking Soda


- Baking soda ini sangat berguna untuk penyeimbang Ph didalam tubuh anda. kalau Ph anda seimbang maka dipastikan bau tak sedap pada organ intim anda akan menjadi hilang. Caranya dengan mencampurkan baking soda-nya kedalam air yang hangat, terus gunakanlah untuk berendam.

3. Bawang Putih


- Bawang putih merupakan bahan yang mengandung antibiotik alami yang bisa menurunkan pengaruh pada infeksi dan juga bau tak sedap pada organ intim anda. Sifat anti jamur yang ada didalam bawang putih ini akan bisa membantu untuk melawan infeksi jamur serta dapat membantu tubuh menyingkirkan adanya bakteri-bakteri jahat. Caranya ialah dengan memakan bawang putih tersebut ketika perut anda masih kosong dan dengan segelas air yang hangat.

Baca Juga : Program Kehamilan Untuk Wanita

Menjaga kebersihan di daerah kewanitaan bisa mengurangi resiko terkena bau yang tak sedap pada organ intim anda. Dan pastikan jangan biarkan celana dalam anda basah, soalnya daerah yang lembab itu akan bisa menyebabkan datangnya jamur dan juga bakteri jahat mudah tumbuh.

Sekian sudah informasi tentang 3 Cara Alami Untuk Mengatasi Bau Tak sedap Pada Miss V tersebut, jika anda sedang memiliki masalah bau tak sedap dengan organ kewanitaan anda, bisa coba dengan langkah-langkah diatas tersebut. Terima kasih dan selamat mencoba...

5 Penyebab Keputihan Ketika Wanita Sedang Hamil

5 Penyebab Keputihan Ketika Wanita Sedang Hamil

5 Penyebab Keputihan Ketika Wanita Sedang Hamil - Keputihan pada wanita bisa terjadi kapan saja, bahkan pada saat wanita sedang mengalami hamil. Ketika hamil biasanya terjadi pada massa hamil tua maupun hamil muda. Kehamilan bagi seorang wanita merupakan saat-saat yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pasangan keluarga, baik pasangan yang sudah lama menikah maupun pasangan yang baru saja menikah. Bagi yang kehamilan pertamanya tentu banyak sekali kecemasan serta kekhawatiran, apalagi sampai mengalami sebuah keputihan ketika hamil muda. Gejala keputihan ketika hamil yang dialami umumnya memang keputihan yang masih normal tersebut ditandai dengan keluarnya sebuah cairan bening yang melalui organ genital wanita yang tak berbau dan juga tak berwarna. Walau begitu, wanita yang sedang mengalami masalah keputihan ketika hamil hendaknya ia tetap waspada apabila keputihan yang ia alami diiringi dengan adanya bercak warna kemerahan.

Penyebab keputihan ketika hamil

Pada wanita hamil umumnya lebih rentan terkena keputihan yang terutama saat awal-awal kehamilannya. Hal ini disebabkan oleh kondisi tubuhnya yang mengalami perubahan hormonal sehingga menstimulasi keluarnya sebuah cairan dari area intim kewanitaan. Maka dari itu, bagi anda yang mengalami keputihan ketika hamil perlu memperhatikan beberapa faktor penyebab keputihan ketika hamil. Dan apa sajakah faktor penyebabnya, baca saja 5 faktor penyebab keputihan ketika anda hamil:

1. Perubahan Hormonal Wanita


- Perubahan hormonal tersebut secara tak langsung telah mempengaruhi keseimbangan pada hormon progesterone dan estrogen, sehingga keputihan ketika hamil sebagai reaksi dari perubahan hormonal yang umumnya terjadi. Hormon tersebut ini adalah hormon FSH serta LH yang diproduksi oleh si hormon estrogen yang diakibatkan aktivitas kelenjar hipofisa pada otak ketika mengalami kehamilan.

2. Terlalu Lelah

- Keputihan ketika hamil disebabkan oleh adanya aktivitas berlebihan yang dilakukan memicu kelelahan serta kekurangan elektrolit tubuh, sementara janin tersebut masih membutuhkan elektrolit tubuh yang di suplai melalui plasenta. Ketidakseimbangan elektrolit antara si janin dan juga wanita hamil akan memancing timbulnya sebuah reaksi hormonal yang berupa keputihan.

3. Konsumsi Makanan Fermentasi

- Mengkonsumsi makanan-makanan tertentu yang berasal dari hasil fermentasi, misalnya seperti tape, keju ataupun tempe ketika hamil juga mempengaruhi keseimbangan hormonal, yang sehingga bisa saja terjadi masalah keputihan ketika hamil.

4. Perubahan pH Vagina serta Rahim

- Keputihan ketika hamil juga disebabkan adanya perubahan derajat keasaman pada vagina serta rahim akibat aktivitas hormonal perkembangan janin dan juga pertumbuhan.

5. Stress Terus-menerus serta Depresi

- Keputihan ketika hamil kebanyakan ditimbulkan dari stres maupun depresi. Hal seperti ini yang dapat memicu timbulnya produksi hormonal yang merusak komposisi pada keseimbangan hormon. Keputihan yang terjadi diakibatkan reaksi dari ketidakseimbangan dari hormonalnya atau terganggunya beberapa sistem kelenjar si penghasil hormon.

Lihat disini tips alami agar cepat hamil

Serangkaian faktor penyebab keputihan ketika hamil seperti diatas tersebut, hendaknya harus tetap di pantau saat masa-masa kehamilan supaya keputihan yang terjadi tak berkembang menjadi sebuah keadaan yang jauh lebih gawat.

Nah, inilah tips kesehatan wanita tentang 5 Penyebab Keputihan Ketika Wanita Sedang Hamil. So..waspadalah dengan masalah yang satu ini apabila anda sedang mengalami masa kehamilan muda. Terima kasih banyak...

Mengapa Terjadi Keputihan Pada Wanita

Mengapa Terjadi Keputihan Pada Wanita

Keputihan menurut istilah medisnya disebut Leukorea atau juga Flour Albus yakni sekresi vaginal pada kaum wanita atau pengeluaran suatu cairan yang secara berlebihan dalam kondisi tidak normal yang bersumber dari saluran genetalia (Vagiba) ataupun rongga uterus yang berbentuk sekret putih yang encer, kental maupun berbusa. Artinya, penyakit seperti ini adalah suatu infeksi yang di sebabkan oleh jamur Candida yang hidup ataupun aktif dengan secara alami didalam miss V.

Pertumbuhan jamur Candida pada kondisi yang normal bisa terkendali dengan sangat baik didalam miss V. Tetapi, banyak sekali wanita yang tak merasakan gejala-gejala apapun ketika terserang Candida. Begitu juga sebaliknya, apabila pertumbuhan jamur Candida terjadi di luar kontrol bisa menimbulkan masalah-masalah keputihan yang sebagian besarnya di sebabkan oleh bakteri jamur Candida Albicans. Ada pula yang di sebabkan oleh jenis bakteri lainnya misalnya saja Candida Glabarata ataupun Candida Tropicalis. Mayoritas kaum wanita pasti pernah mengalami keputihan (Leukorea), ada yang beberapa kali dalam setahun, dan ada pula yang hampir setiap bulannya.

Pertumbuhan jamur Candida pada kondisi yang normal bisa terkendali dengan sangat baik didalam miss V. Tetapi, banyak sekali wanita yang tak merasakan gejala-gejala apapun ketika terserang Candida. Begitu juga sebaliknya, apabila pertumbuhan jamur Candida terjadi di luar kontrol bisa menimbulkan masalah-masalah keputihan yang sebagian besarnya di sebabkan oleh bakteri jamur Candida Albicans. Ada pula yang di sebabkan oleh jenis bakteri lainnya misalnya saja Candida Glabarata ataupun Candida Tropicalis. Mayoritas kaum wanita pasti pernah mengalami keputihan (Leukorea), ada yang beberapa kali dalam setahun, dan ada pula yang hampir setiap bulannya.

Gejala keputihan pada seorang wanita paling sering menyerang kaum wanita yang usianya 20-30-an. Sangat jarang sekali terjadi pada seorang anak perempuan yang masih belum matang ataupun belum mengalami datang bulan juga pada seorang wanita yang sudah berhenti haid. Walaupun tidak menyebabkan kematian, namun kesakitan yang mereka rasakan karena cairan yang keluar dan selalu membasahi area dalam, juga terkadang menimbulkan iritasi dan rasa gatal lho, sehingga akan menimbulkan ketidaknyamanan. Leukorea ini merupakan suatu gejala awal dari infeksi, kegansan atau juga tumor jinak reproduksi.

Pada dasarnya sih keputihan itu digolongkan menjadi 2 bagian yakni keputihan normal dan juga keputihan abnormal. Keputihan normal biasanya terjadi pada setiap bulannya dan umumnya muncul menjelang menstruasi atau juga sesudah menstruasi maupun massa subur. Untuk keputihan abnormal bisa di sebabkan oleh infeksi yang umumnya disertai dengan rasa gatal-gatal didalam miss V dan juga di sekitar bibir miss V luar. Yang paling sering kali menimbulkan keputihan diantaranya ialah bakteri, virus atau parasit, jamur. Infeksi seperti ini bisa menjalar serta menimbulkan peradangan pada saluran kencing, yang akibatnya akan timbul rasa perih ketika buang air kecil.

Baca Juga : Cara Mengatasi Keputihan

Nah, sekarang anda telah mengetahui dan memahami mengenai artikel Mengapa Terjadi Keputihan Pada Wanita tersebut. Semoga infonya bisa berguna dan bisa anda share ke teman-teman anda serta keluarga anda supaya mereka lebih tahu dan memahami tentang kenapa keputihan itu bisa terjadi pada wanita. Terima kasih banyak...